Ragam Tipuan di Istanbul

Untuk thread mengenai scam di Turkey – khususnya Istanbul, bisa search di twitter dengan menuliskan: @social_junkee turkey. Ada cerita saya dan mention pengalaman beberapa teman di twitter. Tulisan ini rangkuman dari twit yang dilengkapi beberapa cerita orang-orang.

Sebelum lebih jauh, saya mau pastikan dulu tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tau apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi tertentu. Bukan malah menimbulkan ketakutan yang berlebihan sehingga yang baca malah jadi ilfil sama Turki.

Rasanya kita semua akan setuju kalo Istanbul itu kota yang sangat indah dan pantas untuk masuk ke bucket list traveling. Oknum jahat ada di semua belahan dunia, semoga tulisan ini bisa bantu mempertajam common sense untuk mengenalinya.

(kota para penyayang kucing)

Baiklah.. mari kita mulai list scam (tipu-tipu) yang mungkin terjadi:

TAXI

Seharusnya, taxi di Istanbul menggunakan argo meter. Kesulitannya, banyak dari supir taxi di Istanbul yang either speaks no english ataupun lebih parahnya, sama sekali no english. Berikut beberapa kemungkinan tipu-tipunya:

  • Menolak menggunakan argo/meter
    • Biasa terjadi di bandara dengan berbagai alasan, misalnya kemacetan, jalan pintas atau menunjukkan kesan bahwa standar taxi di sana ya seperti itu
    • Lakukan:
      1. Cek google map, jarak tempuh, lama waktu dan apakah macet atau tidak
      2. Minta supir menggunakan dan menyalakan argo meter-nya
      3. Kalau attitude-nya gak bagus, kita selalu bisa menolak dan cari taxi lain
  • Sulap uang
    • Supir menukar uang yang sudah kita berikan dengan pecahan yang lebih kecil. Misalnya dari 100 Lira menjadi 10 Lira. Biasanya kita akan di-distraksi. Contoh: tangannya menunjuk ke belakang kita – persis setelah kita kasih uang, otomatis kita nengok dong. Ketika kepala kita udah balik ke arah semula, uang udah ditukar dengan pecahan yang lebih kecil. Lalu kita dibilang salah kasih duit ke dia
    • Lakukan:
      1. Pastikan jumlah uang yang kita keluarkan
      2. Minta supir sebut besaran argo, lalu minta dia menyebut besaran uang yang sedang kita pegang, secara psikis akan mengurangi niat jahatnya
      3. Jangan biarkan dia mengalihkan perhatian kita ketika transaksi

BELANJA

Sebagai rule of thumb, untuk pakaian, harga di Turki sama atau gak akan lebih mahal dari Jakarta. Rata-rata orang Istanbul are a good salesmen. Sangat persuasif dan di titik tertentu seperti memaksa. Gak akan kenapa-kenapa juga kalo kita sadar itu dari awal.

  • Overpriced stuffs!
    • Barang dengan price tag Euro, diganti ke Lira.. dengan alasan kita adalah pelanggan spesial. Jadi, jaket 800 Euro ditawarin jadi 800 Lira, misalnya. Padahal harganya bisa jadi gak sampe 200 Lira.. tapi karena terkesan kita dispesialkan.. bisa kena deh
    • Lakukan:
      • Get the hell out and never come back
  • Karpet palsu
    • Suka ada orang sok kenal dan tetiba ramah banget ngajak ngobrol ketika kita lagi liat-liat barang. Dia akan bilang tau karpet lokal terbaik dengan harga miring. Apa yang sebetulnya dia lakukan adalah bawa kita ke toko karpet dengan kualitas jelek yang di-mark up harganya. Dia dapet komisi.
    • Lakukan:
      1. Hindari orang itu, tunjukkan gestur kita gak mau diganggu
      2. Kalo udah keburu dibawa ke toko tersebut, tetap tenang dan bilang aja gak ada yang pas untuk seleramu
      3. Mereka akan keukeuh. Jadilah lebih kokoh. Stay calm and tolak.
  • Tipuan mata uang
    • Segelas teh turkey yang seharusnya 5 Lira, jadi 5 Euro
    • Lakukan:
      1. Biasakan tanya harga sebelum beli untuk makanan yang gak ada harga di menu
      2. Istanbul terima Euro, tapi akan kasih kembalian dengan Lira. Kroscek di google untuk nilai mata tukar uang
  • Gak ada kembalian
    • Belanjamu 80 Lira, kamu kasih 100 Lira, lalu diajak ngobrol ngalur ngidul sampe kamu lupa kembalian 20 Lira-nya karena pujian ini itu untuk dirimu dan negaramu yang dilempar bertubi-tubi
    • Dia bilang gak ada kembalian, lalu nawarin barang yang lain
    • Lakukan:
      1. Fokus. Boleh diajak ngalor ngidul ngobrol, gak usah dengerin banget, cut the crap, minta kembalian. Done.
      2. Selalu siapkan uang pecahan kecil
  • Sulap uang
    • Ini sama modusnya seperti supir taxi di atas ya. Menukar uang yang sudah kita kasih dengan pecahan yang jauh lebih kecil ketika kita lengah
    • Lakukan:
      • Ya jangan lengah

HELLO, MY FRIEND

Salah satu ucapan yang akan sering kita dengar di pojokan manapun Istanbul adalah sapaan “Hello, my friend!”. Diikuti dengan gestur sok kenal, sok tertarik tentang darimana kita berasal, gak nutup kemungkinan your love life. Kemungkinan yang ada ketika kamu tanggapi adalah:

  • Diajak ke Club
    • Kamu diajak ke club yang katanya paling menarik tempat orang-orang lokal nongkrong; semacam peringkat 1 hidden gem versi on the spot. Disuguhi berbagai minuman yang bahkan kamu gak minta, once kamu sadar, bill-nya sudah berjuta-juta. Kalo kamu gak mau bayar, berarti dianggap melanggar hukum.. plus orang-orang berbadan gede sudah mengelilingimu.
    • Lakukan:
      1. Setelah di “Hello, my friend”-in, kamu bisa senyum lalu move on gak usah tanggepin
      2. Kalo keburu menanggapi dan kamu gak mau suuzon, tes aja, kalo dia (dan mungkin temannya) ngajak ke club ato kafe yang sangat spesifik dan gak mau alternatif lainnya, kemungkinan besar berniat jahat
  • Dibawa ke restoran ato toko ini itu
    • Tentunya yang dia harapkan adalah komisi
    • Lakukan:
      • Sampe sini sudah sangat paham ya kenapa sampe ada peribahasa “Don’t talk with strangers”
  • Mau dianterin gak?
    • Ini percobaan scam yang haiyah banget. Bisa jadi kejadiannya di airport ato manapun ketika kamu geret-geret koper. Oknum akan ajak ngobrol berbaik hati seakan nawarin nebeng mobilnya dengan alasan tujuannya searah. Dia akan sangat persuasif dan mungkin mengaku bukan orang lokal ato orang lokal yang kerja di Budhapest ato mana lah. Diteruskan dengan cerita adeknya akan jemput dia dan kebetulan searah dengan tujuanmu.
    • Goalnya tentunya semua hartamu dan apapun yang ada di kopermu. Satu mention yang masuk di thread twitter saya, temannya unfortunately mengiyakan tawaran lalu berakhir dengan dilucuti hartanya di sebuah apartemen.
    • Lakukan:
      • Jangan terlalu terbuka dengan orang asing. Betul kita harus ramah, tapi jaga lah hal-hal spesifik seperti tujuan detail, pekerjaan detail, dsb dsb yang tidak perlu
  • Minuman atau makanan isi obat tidur
    • Kita ditawari makanan ato minuman yang ternyata.. bikin pingsan. Tentunya lalu segala kita punya apa dilucuti
    • Lakukan:
      • Jangan pernah terima makanan dan minuman dari orang asing. Titik.

OK selain hal-hal di atas, saya ada baca dan dengar cerita mengenai pencopetan, makanan dan minuman yang gak kita pesan tapi di-charge, mesin EDC kartu kredit yang katanya rusak dan akhirnya swipe ulang – ternyata di-charge dobel dan lain sebagainya.

Sebagai rule of thumb: betul sekali kebanyakan orang Turki senang bercanda, bikin kita tertawa, sesekali kasih pujian terhadap apa yang kita pakai dan gak lupa seakan excited ketika tau kita dari Indonesia. Beruntung ketika kita ketemu yang sincere.. that’s the real deal. Tapi mari batasi secukupnya dengan tidak terlalu share informasi sensitif terhadap orang asing dan berinteraksi seperlunya.

Sebagai kesimpulan, apakah Istanbul aman?

Saya bilang mah sejauh tulisan ini dibuat – iya aman. Most likely tipuan di Turki bukan hal yang mengancam nyawa. Tapi sangat halus dan bikin bete walaupun cuma kehilangan 50 Lira misalnya. Ketika kita sudah melakukan riset tentang berbagai tipuan di Turki, lalu membatasi interaksi dengan orang asing, foto-foto di Blue Mosque akan sangat menyenangkan.

Kalo ada tambahan atau pertanyaan, silakan komen ya. Selamat merencanakan liburan!

Advertisements

Jangan Percaya Sama TV

Sebut saja namanya Achmed.
Orang yang saya temui secara tidak sengaja ketika melihat-lihat iklan tur yang terpampang di kaca jendela sebuah kantor tour & travel di kawasan Sultanahmet, Istanbul.

==

“Yes, please.. come in”, dia bilang.
“That’s okay, I’m just looking around”, balas saya.
“There’s a boat that is gonna depart at 1 pm for Bosphorus Cruise”, dia keukeuh.

==

Hmmm.. menarik nih. Belum pernah sih. Pikir saya.

==

Pun akhirnya pitching dia berhasil.
Saya beli tiket untuk cruise-nya.
Di pikiran ini udah kebayang-bayang untuk macam-macam angle foto di selat Bosphorus.
Mungkin menarik.

==

“Makan siang sudah termasuk. Balik ke daratan jam 6 sore”, lanjutnya kemudian.
(PS. Pembicaraan selanjutnya akan banyak via Google Translate)

==

OK lah. Bungkus.

==

“Jam 12 siang akan dijemput ya”
“Baiklaaah. Saya keliling dulu kalo gitu”

==

Iya. Masih punya waktu 20 menit.

==

19 menit keliling radius 187 meter dari kantornya.
Lumayan dapet syal satu biji.
Menyisakan 1 menit jalan santai.
Saya sih tepat waktu orangnya.
Kalo bukan lagi di Indonesia ya.

==

Balik ke lokasi, jemputannya belum datang.
Ya sudah lah, ngobrol basa basi untuk nambah network.

==

“Mas, asli darimana”, tanyanya
“Indonesia, Mas”, saya respon segera.
“Ohhh.. Indonesia. Ya ya.. jauh sekali”, katanya.
“Iya, untung ada pesawat. Kau asli sini kan?”, jawab dan tanya saya serius.
“Saya dari Syria”, sambil nyengir
“OOOHH.. Really?”, saya menegaskan. Tiba-tiba bahasa Inggris.
“Yeap. Ngungsi dari negara sendiri”, masih nyengir penuh arti.

==

Oh menarik nih pikir saya.
As we know already, Syria is currently overwhelmed with conflicts.
Political, ISIS, massacre.. you name it.
Semua itu bikin banyak warga Syria mengungsi ke berbagai daerah.
Tentunya Turki jadi salah satu destinasi favorit sejak beberapa tahun lalu.

==

“So, did you leave your family back there?”, saya basa basi penasaran.
“Yeap, but they’re all safe”
“There are places that still be considered as safe in Syria”
“Everything runs *quite* normal”
“But I’m not sure until when”, jawabnya panjang.

==

Lalu saya berusaha menyelami lebih dalam:
“So what do u think causing all the problems in Syria?”
“Well everything you see in TV, those are lies”
“Really? How come?”
“Do u know Masonian?”
“What do u mean? Freemason?”
“No. Masonian”
“Mmmm not sure. What is it?”

==

Lalu dia berpikir sejenak. Kemudian dia googling.
Percayalah..
Saya pun sambil googling di hape saking penasaran.
Tapi yang keluar masa Rock Band dari Australi.
Ya masa konflik di Syria disebabkan oleh Rock band seeeeeh?

==

“This.. this is the symbol of Masonian”, dia bilang.
“OOOOOHHH.. ya bener atuh, Kang. Itu mah Freemason”, responku penuh keyakinan.

==

Lalu dia lanjut curhat:
“Iya. Ini nih mereka yang bikin skenario-nya”
“ISIS, mana ada Islam kayak gitu. Bunuh-bunuhin orang lalu masuk ke Youtube”
“Freemason ini kuat. Mereka gak peduli Islam, gak peduli Kristen. Mereka pinginnya manusia kiblatnya ke mereka juga”
“Ini semua skenario. Ditambah Syria itu kaya akan minyak. Indah pula. Turki sih kalah indah”
“Masuk lah Amerika ke Syria. Iran pun juga. Mereka memanfaatkan kondisi. Ujung-ujungnya juga duit”
“Kami lah jadi korbannya”
“ISIS.. (dia hela nafas).. jangan percaya sama apa yang kau liat di TV lah”

==

Saya penasaran:
“Lalu darimana kamu bisa tau tentang Masonian?”

==

Dia jawab singkat dan penuh arti:
“From Internet”.

==

SEKIAN.