Reframe a photo. Reframe your life.

Tadinya fotonya begini:
Athens
Untuk keperluan instagram jadi begini:
IMG_20140720_075727[1]

Awalnya begini:
Rome

Saya re-frame jadi gini:
IMG_20140719_141154[1]

Mmm.. what I’m about to tell you is we can always find something in an unorganized beauty of a picture that we’ve taken.
Saya pun baru sadar itu sih setelah keabisan foto-foto untuk di-upload ke instagram. Bikin otak dan mata lebih jeli lagi untuk reproduce something untuk dikonsumsi mata.

Saya bukan fotografer, jadi harus pake kata “kalo gak salah”.. well.. kalo gak salah kerjaan nge-crop itu namanya reframing.

Pertanyaannya.. sah gak sih nge-reframe gitu lalu di-upload?
Menurut saya sah-sah aja dengan alasan:
1. Itu foto.. kita yang punya
2. Ketika kita zoom in ato zoom out di kamera ato hape, itu juga framing
3. Apa yang kita crop kan memang bagian dari 1 ataupun banyak moment
4. Kondisi di mana kita mau berikan penekanan pada satu scene

Alasan no 4 sebenernya juga 1 tujuan ketika saya re-frame suatu foto. Pingin emphasize satu moment/scene dari hal-hal yang bisa menyebabkan distraksi.
Meaning begini, kalau kita liat foto no 1, mata seakan bingung harus fokus ke mana dulu.. ke polisi? ke taxi? ke mobil bak? Ataupun jeleknya mata malah fokus ke hal yang sebenernya kurang penting seperti motor-motor di sebelah kanan.

Sewaktu saya akan ambil foto no 1, taxi adalah objek yang seketika menarik perhatian. Tapi berhubung berada di bus yang sedang berjalan, saya putuskan untuk take the guts dan abadikan the whole moment untuk dipikirkan selanjutnya framing-nya: mana yang di-crop, mana yang dibuang.. gitulah kasarnya.

Sebagai orang yang senengnya snap shot, reframing ini penting banget rasanya. Kondisi yang mengharuskan “buru-buru biar gak keilangan moment” sebetulnya juga ngasah sense kita untuk framing secara cepat. Kalo bisa, gak perlu reframe lagi.. Kalo gagal, ya coba reframe aja kan yaaa.

ANYWAAAAAAAY..

Sempet kepikir juga kalo konsep reframe ini gak cuma berlaku spesifik untuk poto-potoan doang. Kalo mau dipikir lagi, gimana cara kita lihat satu kondisi atau permasalahan dalam hidup pun kayaknya bisa dipake nih.

But how?

Kalo saya sih liatnya kita banyak temuin unorganized things dalam hidup. Contoh kecil ketika kita mau putuskan untuk beli hape. Sedemikian banyak pilihan hape yang bagus-bagus dengan berbagai fitur, harga, bentuk dsb dsb..

Kalau kita terbiasa meng-kerucutkan (what the hell is mengkerucutkan – red) cara pandang.. kita tau harus fokus akan apa yang kita mau, berbagai pilihan yang gak penting akan tersisih dengan penuh keikhlasan. Oh kita gak butuh kamera depan yang canggih, oh gak butuh koneksi LTE, oh tetep butuh physical keyboard, o yang penting bisa sms dan nelpon..

VOILA.. Nokia Pisang.

Gitu ya.. ya.. ya..
Semoga manfaat.

Advertisements

2 thoughts on “Reframe a photo. Reframe your life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s